Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Sebuah Ikrar

Sejujurnya, akhir-akhir ini aku kehilangan selera untuk melakukan kegiatan apapun yang berakibat pada menumpuknya daftar bacaan dan tulisan. Belum lagi minggu depan perkuliahan sudah mulai aktif diberlakukan. Yang ada di pikiranku cuma bagaimana menyelesaikan catatan, ujian, hafalan, setoran, makalah, presentasi, dan beberapa kegiatan terkait penerimaan mahasiswi baru yang harus dijalankan. Alhamdulillah aku tidak ditunjuk untuk menjadi panitia yang setiap malam pasti ada jadwal rapatnya, hanya diberi tugas menghubungi salah satu relasi di sebuah sekolah dan memberikan sedikit presentasi yang berbau promosi kepada murid-muridnya pada program roadshow nanti. Bismillah, aku pasti bisa. Kalau dibilang waktu 24 jam sehari itu kurang, kenapa aku masih sempat-sempatnya rebahan sambil nge-scroll instagram? Ada sesuatu yang tak beres dalam proses manajemen waktuku. Namun walaupun malas, tetap ada sebagian nyawa diriku yang berbisik agar aku terus aktif dan produktif. Mengingat materi malam tadi yang disampaikan oleh Coach Tendi Murti, jiwa menulisku terpanggil untuk lanjut berjalan menapaki proses yang cukup melelahkan.

Di tulisan sebelumnya, aku sudah pernah menyebutkan beberapa kelas literasi salah satunya KMOI atau Kelas Menulis Online Indonesia. Ketika aku menulis pos tersebut, kelas ini baru saja dibuka jadi belum ada hal-hal spesifik yang kusampaikan. Nah, sekarang aku mau meninggalkan sedikit jejak perjalananku di KMOI.

Awalnya KMO didirikan sendirian melalui platform BBM, dan yang masih bertahan hingga saat ini tinggal beberapa ekor saja. Coach Tendi Murti merupakan founder dari komunitas ini dibantu dengan salah satunya Kang Anhar yang sekarang didaulat sebagai Kepsek. KMO sudah berjalan 5 tahun, dari awalnya hanya 30 orang menjelma menjadi ribuan. Sampai akhirnya komunitas ini selalu mengadakan kopdar tiap tahunnya. Dan beberapa tahun belakangan, tamu yang diundang merupakan penulis kondang tingkat nasional yang namanya cukup familiar di kalangan masyarakat. Di antaranya ada Tere Liye, Asma Nadia, Pidi Baiq, Oki Setiana Dewi, dan masih banyak lagi. Seiring berjalannya waktu, semakin bertambah variasi kelas di komunitas ini karena request dari para member yang ingin memperdalam ilmu tulis-menulis. KMO juga telah membuat aplikasi bernama KBM app untuk menyetorkan tulisan tiap member sebagai tugas akhir dari kelas ini, tapi aplikasi ini juga boleh digunakan oleh umum. Kalian bisa menuangkan ekspresi dalam bentuk tulisan, atau membaca karya yang ada di sana, mirip dengan aplikasi wattpad yang biasa digunakan oleh para novelis.

Materi akan diberikan oleh kelas ini dalam 5 kali pertemuan. Setelahnya hanya tugas menulis, menulis dan menulis. Materi pertama tadi malam sudah disampaikan oleh Coach Tendi Murti yang berjudul Menulis Untuk Peradaban.

Menulis bukan hanya berhubungan dengan huruf-huruf mati atau aturan kebahasaan yang kadang membebani. Namun, lebih dari itu menulis dapat mengubah suatu peradaban lewat gagasan yang disampaikan. Tak sedikit buku yang berpengaruh besar dan sukses mengubah paradigma atau cara pandang banyak orang. Lalu, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita adalah seorang PENULIS. Kenapa? Karena ketika kita percaya bahwa kita adalah seorang penulis, tulisan-tulisan kita akan lebih tajam, usaha yang dikerahkan untuk belajar pun akan lebih maksimal. Jadi, mulai sekarang katakan kepada diri sendiri bahwa “saya adalah seorang penulis“. Sebab feel sebagai penulis inilah yang akan membangun kepercayaan diri kita. Sementara percaya diri sangat teramat dibutuhkan dan memiliki pengaruh yang penting terhadap keberlangsungan menulis.

Jadikanlah menulis sebagai sebuah KEHARUSAN, bukan lagi masalah keinginan. Writing is not about passion guys! Ini tentang cita-cita dan motivasi. Seberapa besar dan kuat tekad kamu untuk terus konsisten dan mempertahankan komitmen itulah yang terpenting. The question is “why we have to write a book?” “buat apa kita nulis?!” Hobi? Gaya-gayaan? Pengen dianggap keren? Pengen terkenal? Jika kita mengharapkan kepopuleran atau keuntungan dari menulis, maka pencapaian kita hanya akan berkahir di titik itu. Padahal kita mampu menciptakan dampak yang lebih besar bagi para pembaca. Kalaupun terkenal, jadikan kesempatan tersebut untuk terus menebar kebaikan dan manfaat yang lebih besar. Kenapa harus menulis? Temukan alasan Anda! Setiap orang tentu saja punya alasan yang berbeda. Tapi, pastikan alasan yang Anda buat adalah alasan yg paling KUAT diantara yang KUAT!!

Maka hari ini, di sini, aku dan kawan-kawan Club Batch 24 berikrar bahwa kami menulis karena sebuah ALASAN AGUNG. Semuanya karena cinta. Cinta pada kebaikan agar tersebar luas, cinta karena manfaat yang bisa digali pembacanya.

Tangerang, 6 Juni 2020

2 tanggapan untuk “Sebuah Ikrar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s