Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Detoks Pikiran dengan Tulisan

Di dalam bukunya yang berjudul ‘Opening up’, Dr. Pennebaker menyebutkan salah satu kisahnya bersama seorang mahasiswa pasca-sarjana tingkat awal yang bernama Sandra Beal. Sandy berkata bahwa ia siap untuk mulai mengerjakan tesis masternya. Setelah berdiskusi, mereka akhirnya sepakat untuk membentuk sekelompok sukarelawan pada eksperimen kali ini. Mereka akan diminta untuk menuliskan pengalaman traumatis yang pernah mereka alami. Kegiatan ini akan dilakukan selama 15 menit dalam jangka waktu 4 hari berturut-turut.

Setelah itu, dibuat pula kelompok lain sebagai pembanding untuk kelompok sebelumnya. Mereka akan diminta untuk menuliskan topik khayalan atau topik yang tidak relevan dan dipilih secara acak di setiap sesi. Sebagai contoh, mereka diminta untuk mengungkapkan secara detail hal-hal tentang kamar asrama/ sepatu. Kelompok ini dibuat dengan tujuan mengamati apakah menuliskan topik yang tidak relevan dan random dapat berpengaruh pada kesehatan.

Empat bulan setelah penelitian, para sukarelawan diminta mengisi kuesioner untuk mengukur perasaan jangka panjang mereka setelah eksperimen tersebut. Ternyata, hasilnya jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan. Beberapa orang mengaku bermimpi dan terus menerus memikirkan topik penulisan mereka yang bahkan hanya berlangsung selama 4 hari.

Dan yang cukup mencengangkan dan mengagumkan, setelah diamati selama 6 bulan, mereka mengalami penurunan kunjungan ke pusat kesehatan sekitar 50% dari rata-rata kunjungan perbulan. Berbeda dengan kelompok pembanding yang hanya menuliskan hal-hal secara acak. Namun, yang paling mengesankan dari itu semua adalah keberanian mereka untuk mau menceritakan dan menuliskan begitu banyak kengerian dan trauma yang mereka alami.

Dari pemaparan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa menuliskan pikiran dan perasaan terdalam akan memberikan pelepasan emosional yang menimbulkan rasa puas dan lega. Selain dari pada itu, berdasarkan penelitian di atas dapat dibuktikan pula kalau menulis yang melibatkan emosi terdalam pada pikiran manusia ataupun pengalaman traumatis memiliki dampak positif bagi tubuh. Dengan meningkatnya fungsi kekebalan tubuh, membaiknya suasana hati, dan memberikan cara pandang baru yang lebih positif.

Kita semua pasti sering kali merasa sumpek dengan isi kepala. Semua hal yang melintas di indra penglihatan dan pendengaran masuk serentak ke dalam otak tanpa bisa dikontrol. Belum ditambah persoalan kehidupan, materi-materi pelajaran, hafalan, perselisihan dengan teman, flashback kenangan mantan, bosan, pengin jalan-jalan, keputusan-keputusan, dan masih banyak lagi. Kalian menyebutnya overthinking. Memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Setelah membaca kisah Dr. Pennebaker tadi, sudahkah kita sadar untuk segera ‘bersih-bersih pikiran’. Memilah-milah mana yang harus dipikirkan secara intens dan mana yang seharusnya dibuang. Melalui tulisan, kalian akan lebih mudah menumpahkan perasaan yang selama ini mengganggu pikiran, mencari tahu lebih lanjut hal-hal apa saja yang harus diminimalisir kadar pemikirannya atau bahkan dibuang sekaligus. Kalian dapat membebaskan diri untuk meledakkan emosi yang selama ini terpendam, menghimpit, membuat hati sempit. Tanpa perlu memikirkan dan peduli pada aturan tatanan kebahasaan. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih lega dan leluasa.

Menulis tentang hal-hal yang negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega.

James W. Pennebaker

Bebaskan tubuhmu dari pikiran-pikiran yang mungkin selama ini menjadi racun bagi kehidupanmu. Jadikan tulisan sebagai salah satu suplemen untuk kesehatan jiwa dan pikiran.

Ganti overthinking-mu dengan writing!

Sekian, semoga bermanfaat!

9 tanggapan untuk “Detoks Pikiran dengan Tulisan

  1. Wah… iya banget nih…
    Kalau kepala lagi ruwet atau ada masalah, salah satu jalan menguraikannya dengan dituliskan.
    Biasanya bikin lebih plong dan lebih runut, jadi membuka jalan untuk penyelesaian masalah tersebut.

    Cuma ya itu… kadang mager menuliskannya… hahahaha

    Disukai oleh 1 orang

  2. Setuju banget sama tulisan ini, menulis bisa jadi terapi paling ampuh untuk menstabilkan mental dan emosi. Tulisannya cocok dibaca anak-anak muda zaman sekarang yang mudah sekali merasa tertekan bahkan dengan masalah yang sepele.

    Respect banget sama yang nulis, semoga sukses ya, tulisannya sangag bermanfaat.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s