Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Introvert atau Extrovert?

Image by: pikiranrakyat.com

Akhir-akhir ini ramai sekali orang yang dengan gamblang mengaku bahwa “Saya seorang introvert”. Saya pendiam, tidak suka keramaian, senang menyendiri, tertutup, sulit berkomunikasi dan beradaptasi dengan orang baru, maka saya introvert.

Sedangkan extrovert adalah kebalikannya. Jiwa-jiwa yang senang berpesta, berinteraksi sosial, supel, mudah bergaul, mudah berkomunikasi dan beradaptasi, serta merasa nyaman berkumpul dengan orang banyak.

Sehingga apabila disandingkan antara keduanya, si Introvert diibaratkan hitam dan extrovert putih. Introvert identik dengan suram, dan extrovert bagaikan silaunya cahaya bintang.

Apakah aku seorang introvert atau extrovert?

Jawabannya adalah, I don’t know. I don’t even know whether I am an introvert or extrovert.

In my opinion, tidak ada satupun orang yang memiliki kepribadian introvert atau extrovert sepenuhnya. Semua itu based on situasi, kondisi, keadaan psikologi, mood, dan banyak faktor lainnya.

So, no one is an introvert or extrovert at all.

Hanya saja, mungkin masing-masing dari kita memiliki kecenderungan dan condong terhadap salah satu dari keduanya. Yang menyebabkan kepribadian tersebut terlihat lebih dominan dari diri kita.

Tidak semua orang yang pendiam menyukai kesendirian. Pun, tidak semua orang nyaman berada di tengah keramaian terus-menerus.

Tidak semua orang yang tertutup memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan orang baru. Pun, tidak semua orang yang terlihat ceria selalu mampu dengan mudah bergaul.

That’s all my opinion. Aku bukan ahli dalam bidang ini, hanya ingin sedikit menyampaikan pendapat yang akhir-akhir ini mengganjal di pikiranku. Mengenai orang-orang yang dengan mudahnya menghakimi diri mereka sebagai seorang ‘Introvert‘ atau ‘Extrovert‘.

Jangan mengkotak-kotakkan diri dengan label ‘introvert’ dan ‘ekstrovert’. Yang berkepribadian ‘introvert’ gak selamanya harus diam dan tidak bisa maju unjuk diri. Yang berkepribadian ‘ekstrovert’ pun gak selamanya kuat bersikut dengan keramaian. Mereka juga pasti butuh waktu untuk sendiri.

Yang terpenting, be yourself! Selagi gak merugikan orang lain, introvert dan ekstrovert bukanlah sebuah masalah. Be open minded!

Kalau ada beberapa pernyataan yang keliru atau tidak sependapat, sangat diperbolehkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Kutunggu respon kalian!

See ya on the next post! Ta ta!

18 tanggapan untuk “Introvert atau Extrovert?

  1. Aku sih selama baca buku tentang hal itu, setuju sih sesuai kondisi situasi, semuanya gak akan selalu diam saja, karena menurutku manusia kan terus berkembang mulai dari pikiran dan lain, jadi akan berubah setiap naiknya umur dan pengalaman

    Disukai oleh 1 orang

  2. Iya nih… aku juga bingung aku ini extrovert atau introvert.
    Bisa jadi introverted extrovert atau extroverted introvert.
    Tapi ya sudah lah, selama tidak merugikan orang lain ya dibikin enjoy aja… hahaha

    Disukai oleh 1 orang

  3. Sebenarnya kepribadian seorang manusia dapat dipelajari oleh disiplin ilmu tertentu, yaitu psikologi. Tapi bisa jadi pseudo science yang mudah diragukan kebenarannya jika kita mulai menganalisa kepribadian kita sendiri.

    Saya sangat setuju dengan opini Mbak Coffee Lady. Hidup mah jalani saja lah ya….

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s