Diposkan pada Tidak Dikategorikan

Kita Abadi

Pada harap yang tak pernah terucap
Saat cemas datang mendekap
Kala bibir tak lagi bisa meratap
Selaksa ucap tumpah terungkap

Pada rindu yang tak pernah terbayar
Aku menunggumu di tepi sanggar
Bias oranye dengan samar berpendar
Menyelimuti hasrat yang menggelegar

Pada angan yang tak pernah tercatat
Hatiku lemah, rapuh dan berkarat
Namun harapku padamu teramat lekat
Begitu pekat bak ampas kopi beradu arak

Pada singgah yang membawa candu
Lalu beranjak pulang meninggalkan pilu
Padamu kugantungkan cerita semu
Sendu, mendayu-dayu dan semanis madu

Pada sesak yang mendekam dalam diam
Aku merangkak di atas cinta yang kelam
Tertatih melangkah walau remuk redam
Namun, kupercaya janjimu tak pernah padam

Pada setiap ranting yang kehilangan
Dedaunan gugur tanpa perpisahan
Kelebat bayang melayang tak karuan
Menabur benih-benih pembunuh harapan

Pada setiap adukan kopi di awal hari
Ayam jantan meracau tak kunjung henti
Kepingan kenangan hadir menghantui
Memaksaku berbalik arah untuk berhenti

Pada setiap tangkai mawar yang berduri
Semoga lelahku jadi obat yang berarti
Untuk masa depan secerah mentari
Bersamamu kita hidup abadi

10 tanggapan untuk “Kita Abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s