Diposkan pada One Day One Post

Aku Kecewa

Halo readers!

Sepertinya, judul di atas sudah merepresentasikan isi tulisan ini sepenuhnya. Aku hanya ingin berbagi cerita di awal minggu yang seharusnya masih dipenuhi semangat membara. Namun, sayangnya harus sedikit tercoreng oleh perasaan bersalah sekaligus kecewa.

Source: pixabay

Dua hari yang lalu, aku sempat bercerita di salah satu tulisanku–yang saat ini sudah kuhapus– tentang komunitas yang baru saja kuikuti. Dan, tepat hari ini, awal pekan kedua perjalananku di komunitas tersebut, aku harus rela menelan pahitnya kenyataan. Bahwa aku dikeluarkan, sebab poin yang kudapat berada di bawah ketentuan untuk bisa lanjut di komunitas itu.

Kenapa bisa sampai kurang? Karena beberapa hari belakangan aku memang disibukkan oleh Ujian Akhir Semester. Yang sudah pasti melahap habis waktu luangku. Jangankan menyempatkan diri untuk menulis, kesehatan badan saja tak kuhiraukan. Porsi makan sudah tidak lagi beraturan pada waktunya.

Semuanya kacau, berantakan. Dan, mau-tidak mau aku tetap harus rela menerima resikonya.

Sedih, sudah pasti. Karena ternyata diriku tak mampu memenuhi ekspektasi.

Kecewa, apalagi. Karena ternyata aku tidak bisa menjalankan kewajibanku dengan baik.

Namun, aku harus berpikir rasional, tidak boleh terus-terusan menghadapi sesuatu secara emosional. Karena, dari sebuah kesalahan lah aku belajar untuk bisa bangkit. Berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.

Setiap tempat memiliki ketentuan dan aturannya masing-masing. Kalau aku sudah menyanggupi diri untuk bergabung, berarti aku harus siap dengan segala konsekuensi. Memanggul setoran tulisan yang bertumpuk selama-berhari-hari. Setelah berpayah-payah menyelesaikannya, ternyata aku tetap gagal jua.

Tak apa, mungkin bukan rezeki untukku berada di sana. Allah knows better than me. Mungkin, orang-orang ada benarnya bahwa diriku butuh rehat dari semua tanggung jawab yang membuatku penat. Aku butuh jeda untuk menyambung kembali asa yang telah mengudara.

Bukan, aku bukan kecewa dengan siapa-siapa. Melainkan kepada diriku sendiri, karena belum bisa menjalankan seluruh kewajiban dengan maksimal. Semoga, kejadian ini dapat menjadi cambuk bagiku, bahwa menjadi hebat butuh hati dan mental yang kuat.

Kamu harus menjadi sekuat baja.

Kak An

Kau tahu tak ada artinya bakat tanpa perjuangan dan penderitaan, tanpa usaha nan gigih dan pantang menyerah. Kamu tahu bahwa dunia itu kejam dan tidak akan berbaik atau menjadi lunak kepadamu. “Kalau kamu hidup di atas keinginan untuk membuktikan, kamu tidak akan pernah menjadi dirimu sendiri.” (Kak An)

Kamu masih punya cita-cita. Gapailah mimpi-mimpi indahmu. Hidup tidak sedramatis film dan novel. Berhentilah menjadi cengeng, manja, konyol dan bodoh. Belajarlah menjadi seseorang yang lebih pengertian terhadap orang lain di sekitarmu, jangan maunya hanya diperhatikan dan dingertiin. Jadilah kakak yang hebat dan kuat untuk adik-adikmu. (Kak An)

Semangat selalu semuanya! Sampai jumpa di pos selanjutnya!

Salam,

signature-fonts

14 tanggapan untuk “Aku Kecewa

  1. Halo mba mela, kita bergabung di dua komunitas yang sama. 1m1c sama odop, jangan khawatir mba tetap semangat, mungkin ada kesempatan lain yg lebih baik. Bisa juga mba harus istirahat sejenak mungkin supaya makin produktif lagi menulisnya, semangat ya mbak, aku tetap main2 ke blog baca tulisan mba setiap update tulisan baru. Semangat semangat semangat..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s